Selamat Datang di blog komunitas mahasiswa dan alumni Teknik Informatika angkatan 2004 Universitas Teknologi Yogyakarta

legenda Putri Naga

DALAM legenda Putri Naga karangan Darul Cutni CH diceritakan, zaman dahulu hidup sepasang naga jantan dan naga betina di Teluk (sekarang Tapaktuan). Naga itu berasal dari Cina. Mereka diusir oleh rajanya di Cina karena tidak mempunyai anak, larilah dia ke Teluk.

Kedua naga itu selalu berdoa agar dikaruniai keturunan. Suatu ketika mereka menemukan bayi yang hanyut di laut. Bayi perempuan itu diambil dan dipelihara serta diberi nama Putri Bungsu. Ia tumbuh menjadi putri yang cantik.

Pada suatu ketika muncul kedua orang tua Putri Bungsu dari Kerajaan Asralanoka, sebuah kerajaan di pesisir India Selatan, untuk mencari sang bayinya yang hanyut 17 tahun yang lalu. Saat meminta kembali putrinya, terjadi pertengkaran dengan sang naga.

Ketika terjadi pertengkaran itulah muncul seorang manusia yang bernama Tuan Tapa dari tempat persemediannya di daerah Goa Kalam. Tuan Tapa meminta kesediaan sang naga untuk mengembalikan Putri Bungsu kepada orang tuanya. Tapi naga menolak dan mereka malah menantang Tuan Tapa untuk berduel.

Terjadilah pertarungan sengit antara naga dan Tuan Tapa, yang akhirnya pertarungan itu dimenangkan oleh Tuan Tapa. Putri Bungsu berhasil diselamatkan dan diserahkan kepada orang tuanya.

Naga jantan mati terbunuh oleh libasan tongkat Tuan Tapa, sedangkan naga
betina sempat melarikan diri ke Cina sambil memporakporandakan apa saja yang dilaluinya. Naga betina membelah dua sebuah pulau di daerah Bakongan (sekarang dikenal dengan Pulau Dua), memporakporandakan sebuah pulau besar lainnya sehingga menjadi 99 buah pulau kecil, sekarang dikenal dengan Pulau Banyak di Aceh Singkil.

Bekas naga jantan yang mati dilibas oleh Tuan Tapa diyakini sampai kini masih dapat disaksikan, hati dan tubuh naga yang hancur berkeping menjadi batu, yang dikenal dengan Batu Itam. Sedangkan, darahnya membeku menjadi batu, dikenal dengan Batu Merah. Sedangkan telapak kaki, tongkat, peci dan makam Tuan Tapa terdapat di sekitar Kota Tapaktuan, ibu kota Aceh Selatan.

Kabuaten ini pada 10 April 2002 dimekarkan dengan UU RI No 4 tahun 2002 menjadi tiga daerah tingkat II, yaitu Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Singkil dan Kabupaten Aceh Selatan.


Read more....

peureulak

sebelum islam masuk ke aceh, di pereulak telah berdiri sebuah kerajaan, yaitu ketutrunan dari raja raja siam (syahir Nuwi) pada tahun 173 H (800M) dibandar Pereulak berlabuh kapal pedagang yang membawa saudagar dari teluk kambay(gujarat) dinahkodai oleh nahkoda khalifah.

selain menjadi saudagar, pedagang tersebut juga berperan sebagai muballigh, yang berdakwah agama islam. dengan usaha mereka, maka masuk islam lah sebagian besar penduduk kerajaan pereulak.
dalam jangka waktu kurang dari setengah abat, dipereulak telah terorganisasi masyarakat islam yang terdiri dari orang-orang keturunan penduduk pribum, campuran peranakan arab,persia dan gujarat. karena mereka relah bersatu maka masyarakat islam tersebut memproklamirkan berdirinya kerajaan islam pereulak pada 1 muharram 225 H (tahun 840M) dan menurut literatur sejarah disinilah perkembangan Islam pertama dibumi tanah rencong.......

nah pereulak adalah kota dan daerah pertama di asia tenggara yang menjadi pusat penyebaran islam dimasa itu dan daerah pertama juga diaceh yang menjadi/menganut ajaran islam serta berdirinya kerajaan islam

bisa dikatakan kalo pereulak adalah pusat ajaran agama islam......dan sebuah daerah yang maju dengan sebutan BANDAR PEREULAK..

nah rekan rekan gimana menurut kalian semua coba kita bandingkan dengan sekarang apakah masih ada bekas daerah islam yang kaffah diaceh.........??????


Read more....